WELCOME IN MY BLOG
Sabtu, 20 Desember 2014
Rabu, 26 November 2014
MAN DARUSSALAM
Sejarah berdirinya MAN Darussalam Ciamis
Pada paruh 1929, Kyai Ahmad Fadlil
(meninggal tahun 1950) ayahanda K.H. Irfan Hielmy (alm), memulai kisah
pendirian Pondok Pesantren dengan sebuah mesjid dan sebuah bilik sebagai
asrama. Santri yang pertama mondok adalah pemuda-pemuda setempat yang
tidak saja diajarai ilmu-ilmu agama tetapi diajak mengolah sawah,
bercocok tanam, dan diberi contoh bagaimana memelihara bilik dan
memakmurkan mesjid. Pesantren Cidewa, sebutan untuk komunitas baru itu,
dengan cepat mendapat simpati serta dukungan dari masyarakat sekitar
bahkan di tahun-tahun pertama mulai dikenal luas dan Iebih banyak lagi
santri yang mondok. Tanah Pondok Pesantren Darussalam Ciamis ini adalah
hasil wakaf dari suami-istri Mas Astapraja dan Siti Hasanah di Kampung
Kandanggajah, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis,
Jawa Barat.
Pada tahun 1967 mulai dirintis
penyelenggaraan sistem pendidikan formal dengan mengadaptasi model
klasikal, dan sampai saat ini semua jenjang pendidikan dari mulai Taman
Kanak-kanak (TK) atau Raudlatul Athfal (RA) telah berdiri hingga
Perguruan Tinggi.
Lembaga pendidikan formal pertama yang didirikan oleh Pesantren Darussalam Ciamis adalah Raudhlatul Athfal (RA) pada tahun 1967, kemudian pada tahun 1968 berdiri Madrasah Ibtidaiyah (MI) setingkat SD, dan Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) berdiri pada tahun 1969. Kemudian pada tahun 1969 berdiri Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) yang semula merupakan Madrasah Aliyah Swasta Darussalam Kabupaten Ciamis berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI No. 62 Tahun 1969 pada tangal 2 Djuli tahun 1969. Dan dalam konsideran SK Menteri Agama tersebut dinyatakan bahwa selama Anggaran Belanja Departemen Agama untuk keperluan tersebut tidak mencukupinya, maka biaya pembinaan selanjutnya dibebankan kepada Pengasuh Pesantren Darussalam Ciamis.
Lembaga pendidikan formal pertama yang didirikan oleh Pesantren Darussalam Ciamis adalah Raudhlatul Athfal (RA) pada tahun 1967, kemudian pada tahun 1968 berdiri Madrasah Ibtidaiyah (MI) setingkat SD, dan Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) berdiri pada tahun 1969. Kemudian pada tahun 1969 berdiri Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) yang semula merupakan Madrasah Aliyah Swasta Darussalam Kabupaten Ciamis berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI No. 62 Tahun 1969 pada tangal 2 Djuli tahun 1969. Dan dalam konsideran SK Menteri Agama tersebut dinyatakan bahwa selama Anggaran Belanja Departemen Agama untuk keperluan tersebut tidak mencukupinya, maka biaya pembinaan selanjutnya dibebankan kepada Pengasuh Pesantren Darussalam Ciamis.
Dalam perjalanannya yang telah mencapai
usia 41 tahun ini, MAN Darussalam Ciamis berkomitmen pada aturan yang
berlaku yang kemudian dikembangkan dengan arah kebijakan madrasah serta
pendayagunaan potensi tenaga edukatif, tenaga administratif serta
fasilitas sarana yang ada di MAN Darussalam Ciamis. Kondisi demikian
tentu akan menunjukan jati dirinya dalam menghasilkan lulusan yang
berkualitas. Hal ini dapat dibuktikan dengan berbagai keberhasilan yang
dicapai peserta didik.
Demikian pula sebagai arah timbal balik hubungan madrasah dengan masyarakat, MAN Darussalam Ciamis telah menunjukkan perhatian serta kepercayaan masyarakat yang semakin positif. Hal ini pun dapat dibuktikan dengan peminat siswa dari tahun ke tahun yang terus meningkat sehingga dalam penerimaan siswa baru diadakan seleksi melalui batasan nilai (hasil Ujian Nasional dan tes khusus).
Demikian pula sebagai arah timbal balik hubungan madrasah dengan masyarakat, MAN Darussalam Ciamis telah menunjukkan perhatian serta kepercayaan masyarakat yang semakin positif. Hal ini pun dapat dibuktikan dengan peminat siswa dari tahun ke tahun yang terus meningkat sehingga dalam penerimaan siswa baru diadakan seleksi melalui batasan nilai (hasil Ujian Nasional dan tes khusus).
Kendatipun demikian, sebagai suatu
proses usaha pendidikan yang menghadapi berbagai heteroginitas dalam
komponen-komponennya, maka tidak menutup mata terhadap berbagai
kekurangan yang perlu disempurnakan. Oleh karena itu dalam
mengoperasionalkan usaha pendidikan pada MAN Darussalam Ciamis, secara
berkesinambungan pimpinan madrasah serta seluruh mitra kerjanya
senantiasa berfikir inovatif dan prosfektif menuju pendidikan yang
bermutu.
Dalam perjalannya sampai sekarang, Alhamdulillah MAN Darussalam Ciamis telah mampu melengkapi dirinya dengan sarana dan prasarana yang tidak kalah dari sekolah lainnya, demi mendukung pengembangan keilmuan yang diharapkan seluruh pihak, misalnya laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang mencakup Laboratorium Fisika, Kimia, dan Bilogi. Selain itu dilengkapi pula dengan Laboratorium Bahasa dan Laboratorium Komputer.
Dalam perjalannya sampai sekarang, Alhamdulillah MAN Darussalam Ciamis telah mampu melengkapi dirinya dengan sarana dan prasarana yang tidak kalah dari sekolah lainnya, demi mendukung pengembangan keilmuan yang diharapkan seluruh pihak, misalnya laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang mencakup Laboratorium Fisika, Kimia, dan Bilogi. Selain itu dilengkapi pula dengan Laboratorium Bahasa dan Laboratorium Komputer.
Demikian pula dengan unsur pendidiknya,
MAN Darussalam Ciamis terus berusaha menjalin kerjasama baik dengan
sesama pendidik dalam negeri maupun dengan para pendidik dari
mancanegara, khususnya dari Asia dan Amerika, juga para siswanya pernah
diikutsertakan dalam program pertemuan pelajar ke Jepang, dan guru ke
Amerika Serikat (AS).
Disamping itu, MAN Darussalam Ciamis tetap berpegang teguh pada prinsip utama yaitu mencetak manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) tanpa melupakan keimanan dan ketaqwaan (Imtak). Kegiatan keagamaan sesuai ciri Madrasah terus dikembangkan sehingga cita-cita tersebut bisa tercapai.
Disamping itu, MAN Darussalam Ciamis tetap berpegang teguh pada prinsip utama yaitu mencetak manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) tanpa melupakan keimanan dan ketaqwaan (Imtak). Kegiatan keagamaan sesuai ciri Madrasah terus dikembangkan sehingga cita-cita tersebut bisa tercapai.
Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan
di MAN Darussalam Ciamis dapat tercapai apabila proses pembelajaran
mampu membentuk pola prilaku peserta didik sesuai dengan tujuan
pendidikan, serta dapat dievaluasi melalui pengukuran dengan menggunakan
tes dan non tes. Proses pembelajaran akan efektif apabila dilakukan
melalui persiapan yang matang dan terencana dengan baik supaya dapat
memenuhi.
Adapun para Kepala yang pernah memimpin/bertugas di MAN Darussalam Ciamis adalah sebagai berikut:
Sabtu, 22 November 2014
IAID DARUSSSALAM

Sejarah darussalam (Pondok Pesantren Darussalam, Ciamis) Pondok Pesantren Darussalam didirikan pada tahun 1929 oleh Kyai Ahmad Fadlil (al-marhum) di atas sebidang tanah wakaf dari suami isteri Mas Astapradja dan Siti Hasanah. Pesantren ini terletak di sebuah desa, tepatnya di Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis jawa Barat. Pada saat didirikannya, pesantren ini baru memiliki sebuah rumah tempat tinggal kiai, sebuah mesjid dan sebuah asrama (pondok) yang sangat sederhana. Pada zaman penjajahan, Pesantren Darussalam, sebagaimana pesantren-pesantren lain diharuskan mengikuti undang-undang Ordonansi Belanda yang membatasi materi dan kitab-kitab teks pengajian. Kendati demikian, pembatasan yang dilakukan oleh Pemerintah Hindia Belanda tersebut tidak mengurangi minat para pemuda untuk belajar di pesantren-pesantren, termasuk di Pesantren Darussalam (Pesantren Cidewa waktu itu), hingga pada saat itu jumlah santri di pesantren ini mencapai kurang lebih 400 orang santri putera (belum menerima santri puteri). Setelah bangsa Indonesia merdeka, Pondok Pesantren Darussalam, sedikit demi sedikit mengembangkan berbagai sarana dan fasilitas pendidikan yang diperlukan oleh para santri. Di samping peningkatan fasilitas dan sarana pendidikan untuk santri, hal yang sangat penting adalah, bahwa pendidikan pesantren yang cenderung hanya mengkaji ilmu-ilmu keislaman, sejak dasa warsa enam puluhan, Pesantren Darussalam mulai memodernisasikan sistem pendidikannya dengan mendirikan lembaga-lembaga (subordinat) pendidikan formal. Lembaga pendidikan formal yang pertama didirikan adalah Raudlatul-Athfal (Taman Kanak-Kanak) pada tahun 1967, kemudian pada tahun 1968 berdiri Madrasah lbtidaiyah (SD) dan Madrasah Tsanawiyah (SLTP) dan selanjutnya pada tahun 1969 berdiri Madrasah Aliyah (SLTA), yang selanjutnya dijadikan Madrasah Aliyah Negeri, atas permintaan Departemen Agama dan selama Departemen Agama belum menyediakan dana untuk keperluan itu, maka penyelenggaraannya diserahkan kepada Pondok Pesantren Darussalam sebagaimana tercantum dalam SK Mentri Agama RI. Melihat potensi santri Pondok Pesantren Darussalam dan juga keadaan masyarakat di Kabupaten Ciamis yang cukup menggembirakan, maka pada tahun 1970 di Pondok Pesantren Darussalam berdiri Perguruan Tinggi Islam pertama di kabupaten Ciamis, dengan nama Fakultas Syariah Darussalam Ciamis Jawa Barat, sebagai cikal bakal berdirinya Institut Agama Islam Darussalam (IAID). Sampai saat ini, Institut Agama Islam Darussalam telah memiliki tiga fakultas, yaitu Fakultas Syari'ah, Fakultas Tarbiyah, dan Fakultas Dakwah dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 650 orang.
Rabu, 19 November 2014
MTS DARUSSALAM CIAMIS
Sejarah
Ihkwal kesejahteraan dan kesederhanaan Darussalam ternyata
sama tuanya dengan sejarah pesantren ini. Nun di paruh 1929, Kiai Ahmad Fadlil
(meninggal tahun 1950) ayahanda K.H. lrfan Hielmy, memulai kisah dengan sebuah
mesjid dan sebuah bilik sebagai asrama. Santri yang pertama mondok adalah
pemuda-pemuda setempat yang tidak saja diajari ilmu-ilmu agama tetapi diajak
mengolah sawah, bercocok tanam, dan diberi contoh bagaimana memelihara dan
memakmurkan mesjid. Pesantren Cidewa, sebutan untuk komunitas baru itu, dengan
cepat mendapat simpati serta dukungan dari masyarakat sekitar bahkan di
tahun-tahun pertama mulai dikenal luas dan Iebih banyak lagi santri yang
mondok.
Tanah Pondok Pesantren Darussalam Ciamis ini adalah hasil
wakaf dari suami-istri Mas Astapraja dan Siti Hasanah di kampung Kandanggajah,
Desa Dewasari, Kec. Cijeungjing, Kab. Ciamis, Jawa Barat. Dibantu oleh
masyarakat dan santri.
Keputusan Kyai Ahmad Fadlil dengan hanya menerima santri
putra saja, karena tidak bisa keluar dari kontelasi keamanan sekitar penjajahan
Belanda. Karena didorong oleh keinginan untuk melepaskan diri dari cengkraman
penjajah. Lebih dari itu, penguasaan Bahasa Arab telah tampak dari sejak Ahmad
Fadlil muda menghafal kitab-kitab Jauhar Maknun, Uqudul Juman, Takhisul Miftah
dan syair-syairnya. Bahkan, pada usia 31 tahun beliau telah berhasil
menerjemahkan Qosidah AI-Burdah karya Muhammad Said al-Busyiri ke dalam
bahasa Sunda diantara visi misi Pondok Pesantren Darussalam Ciamis yang
terpenting adalah mencerdaskan kehidupan bangsa/umat. Melalui sejarah yang panjang
berdirinya tahwi.
Pada tahun 1967 mulai dirintis penyelenggaraan sistem
pendidikan Modern dengan mengadaptasi model klasikal, dan sampai saat ini semua
jenjang pendidikan dari mulai Taman Kanak-kanak (TK) di Darussalam disebut
Raudlatul Athfal (RA) sehinga Perguruan tinggi Program Strata 1 dan 2 telah ada
di Pesantren ini.
Lembaga pendidikan formal pertama yang didirikan adalah
Raudhlatul Athfal (RA) pada tahun 1967, kemudian pada tahun 1968 berdiri
Madrasah Ibtidaiyah (MI) setingkat SD, dan Madrasah Tsanawiyah berdiri pada
tahun 1969, dan selanjutnya berdiri Madrasah Aliyah Negeri (MAN) atas
permintaan Kementerian Agama belum menyediakan dana untuk keperluan itu, maka
penyelenggaraan diserahkan kepada Pondok Pesantren Darussalam Ciamis.
SMA PLUS DARUSSALAM CIAMIS
PROFIL SEJARAH
SMA Plus Darussalam adalah salah satu Satuan Pendidikan
Menengah Tingkat Atas di lingkungan Pondok Pesantren Darussalam Ciamis Jawa
Barat. Plusnya adalah menyiapkan para siswanya untuk menguasai ilmu-ilmu
eksakta dan mengusai ilmu-ilmu keislaman yang bersumber dari khazanah
kitab-kitab modern dan klasik baik yang berbahasa Arab, Inggris, dan bahasa
Asing lainnya.
Selain itu juga membekali siswa dengan ketrampilan
leadership sebagai bekal hidup bermasyarakat. Sehingga output SMA Plus
diharapkan mampu menjadi kader-kader pemimpin umat di masa yang akan datang
dengan kekuatan ilmu, ketrampilan, dan keshalehan sosial (Cendekiawan yang
ulama). Oleh karena itu SMA Plus Darussalam berupaya menciptakan lingkungan
sekolah yang nyaman untuk belajar dengan jiwa semangat inovatif, ilmiah, dan
religius.
SMA Plus menjadi sekolah alternatif untuk
pengembangan keilmuan yang bersifat umum dan menekankan
wawasan sains.
Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode
berimbang antara class activities dan outdor activities berupa
dorongan menjalankan organisasi di luar kampus.
Aktivitas organisasi menjadi bagian dari metode
pembelajaran langsung sekaligus menjadi pendidikan alternatif. Metode
ini membantu membentuk pengalaman untuk memperkaya wawasan, keterampilan
dan pemahaman. Metode pembelajaran didukung dengan perpustakaan dan medium
pembelajaran multimedia.
Sebagai sekolah yang mengusung kreativitas sebagai student
identity, SMA memberi ruang yang luas pada para alumninya.Upaya ini sebagai
pembentuk jaringan pertemanan, pengabdian, Studi group setelah lulus dan
kerjasama
SMA Plus Darussalam dalam kebersamaan,
kesungguhaan, harapan menjadimanusia terdidik, berpikir dan berkarya untuk
peradaban.
Visi dan Misi
Unggul dalam logika, etika, dan estetika secara profesional yang berlandaskan nilai-nilai agama dan budaya
Misi
1. Meningkatkan pemahaman dan pengalaman ajaran agama.
2. Membentuk kepribadian unggul dan tangguh yang dilandasi iman dan taqwa.
3. Meningkatkan kinerja profesional dalam pelaksanaan proses pendidikan pada setiap komponen sekolah.
4. Menumbuhkan minat dan prestasi belajar dengan mengoptimalkan teknik pembelajaran dan sumber daya belajar.
5. Menciptakan manajemen sekolah yang terbuka.
6. Mewujudkan pelayanan prima bagi seluruh komponen yang terkait.
7. Menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, aman, dan demokratis.
8. Memberdayakan semua komponen sekolah untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
9. Menumbuhkan apresiasi seni.
10. Menumbuhkan budaya tertib, budaya bersih, dan peduli lingkungan.
Rabu, 12 November 2014
Rabu, 29 Oktober 2014
Puisi IBU
IBU
Ibu.....
Adapun aku wahai ibu
Masih ingin bernaung dihari siangmu
Tidur dihari malammu
Sebab cinta tlah kau limpahkan sepenuh hati
Dengan apa mesti aku balas air susumu ibu
Keringat dan air mata yang kau limpahkan
Adalah sungai pelayaran kami menuju lautan
Maka dengan darah akan kami basuh dosa anakmu ini
Segalanya kecil tuk dibandingkan
Ibu...
Walaupun engkau pergi jauh
Engkaupun menangis dibalik sedihmu
Ibu...
Aku akan pergi jauh menunaikan amanat diri menuju Rabbul Izzati
Ya Allah...
Bila berkenan meninggalkan diri dan jiwa ini
Maka keridhoanmu adalah suatu bukti bagiku
Semoga Allah mempertemukan kita di Jannahnya.
Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)
Cursor 9




